Khamis, Mac 27, 2008




sebuah karya

yusuf fansuri
MALAM EDAN 'LANG MALAM


bulan terbelah dua

di celah tulang ranting

rindu merayap
dalam senyap

salakan rawan panjang

mengejut sunyi malam

dingin membeku

di ujung dahan


jerit pedih tak terperi

bayangkan kesepian

berterbangan ngeri

O Maya Dewi

ini tubuh penuh darah

sayap-sayapku patah sudah
kuterima segalanya
jika ini semua kutukan cinta!


sebuah karya
yusuf fansuri

MEMERAH RINDU


rindu tersinggung

payah kutanggung


menoleh kaupergi

di simpang aku pedih


di kejar bayangmu

malamku tak nyedar


meraba-raba dada

aku jadi buta

O Maya
aku terputus nyawa!

Jumaat, Mac 21, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

TERINGAT AKAN KAMU, RINDU SAKITNYA


harus bagaimana

ingin kuterjemahkan

ketika rindu menghangat


pada siapa gerangan

'tuk kuluahkan

rasa menyala ada


waktu-waktu begini

sunyi tumbuh bagai kaktus

di gurun sahara


tanpamu di sisi

aku memerhati

buruj-buruj di langit tinggi.

Selasa, Mac 18, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

MAINAN HATI


kosong

segalanya kosong

kosong

ditinggalkan kamu

mungkin silapku

biarkan kamu

bermain di laman hati

t'lah kaupetik

setiap tangkai jiwa

kautinggalkan denai-denai

yang gagal kujejaki

kosong

segalanya kosong

kosong


sebuah karya
Yusuf Fansuri

SETENGAH MATI


kangen

aku pendam

setengah mati

aku tak peduli


aku rela karam

tenggelam dalam

samudera gelora


biar aku lemas

bertarung cemas

jika itu namanya
bahagia


sebuah karya

Yusuf Fansuri

SALAHKAH?


masih lagi rahsia

apa yang aku rasa

apa yang kau rasa


hanya kita manusia

mudah jatuh cinta

mudah juga terluka


salahkah aku

sangat mencintaimu

meski kamu

tak mencintaiku


air mata yang jatuh

biar aku sapu pipimu

biar aku simpan kenangan


harap kau mengerti

aku bukanlah laki-laki

sering permainkan hati


dan jika aku harus pergi

tak kuminta kau menangis

segalanya punya hikmah

aku hanya mampu berserah.




sebuah karya

Yusuf Fansuri

DESIR


sukarnya 'tuk dimengerti

debar mengasak birai dada


bersama desir aku berbisik

namamu meniti zikir bibir


sungguh ini rindu cedera parah

biar kau tak pernah endah


aku juga sadari tidak semua

bisa diluahkan dengan kata-kata


namun jiwa ingin dekat padamu

setiap saat setiap masa setiap waktu


O ketahuilah Maya Dewi

jika kautolak cinta ini aku mati!

Isnin, Mac 17, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BILA KAU TAHU (2)
-untuk Teja, sahabatku

di hadapanmu

indera jadi beku


nyala renungmu

mencalar kesan


kuntum senyummu

melingkar pesona


bila kau tahu

ini lara menggelupur rasa


bisakah kau mengerti

sulit sukma sunyi


atau masihkah kau

mendampingi di sisi


saat kusentuh ingin

tangan terpasung hasrat.

Jumaat, Mac 14, 2008



sebuah karya

yusuf fansuri

JIKA SEMUA INI BISA BERAKHIR

untuk MD


hujan basah di luar

tetes air melekap di cermin

aku memandu perlahan

dalam keributan jalan


pohon-pohon menunjang kaku

seolah mengerti apa berlaku

nun jauh di dasar rasa


nafas-nafas aku hela separuh

debar mengasak dinding jantung

tiapkali aku terkenang kamu


jika semua ini bisa berakhir

bertarung sanggup aku mati

betapa tak merelakan kaupergi


O Maya Dewi

namun, jika mata ini terpejam jua

cintamu tetap erat aku dakap

sampai saat nyawa terpisah dua

Khamis, Mac 13, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
SIMPANG

kau t'lah pergi
tanpa kata-kata
meski aku tunggu

melalui jalan sama
seringkali terpisah
simpang dua
di antara

atau

kau di kiri jalan
aku di kanan jalan

dan
tiapkali ingin
aku pegang tanganmu
tiapkali juga
tercipta alasan seribu

nun jauh
garis horizon
makin menipis
di jalan lagi aku
cuba membuka
catatan baru.


Selasa, Mac 11, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

HARI INI


kelopak-kelopak bunga

jatuh dari angkasa

jadi rama-rama

berterbangan

aku terbenam

dalam warna

tanganku basah air mata

menadah mustajab doa

sulur cinta tumbuh

di hujung jari

hari ini aku menari

raikan maya dewi!




Isnin, Mac 10, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

PERNYATAAN ELANG MALAM



ketika bulan
masih terjaga
di genting rumah

malam
dibalut hening
angin bertiup perlahan
rumput-rumput tunduk
dalam zikir-zikir sunyi

di cabang dahan
aku membasuh sayap
dengan tetes embun
di ujung paruh

setelah kau pergi
ruang udara terasa lengang
bisa kudengar daun-daun gugur
dari ranting-ranting hari

meski tiada bersama
aku ingin kau tahu
aku 'kan terus menunggu
walau pohon usia mereput
bersama debu-debu.

Jumaat, Mac 07, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

SI PENCURI HATI


kauhadir
di musim unggu
membawa sekuntum bunga
terselit di telinga.

bibirmu basah
merah merekah

senyummu penawar

segala lara bertahun.


tubuhmu tumpah haruman

aku lemas edan kasmaran

merengkuh bianglala.


parasmu wajah cinta

impian sejuta nara

yang bersayap cahaya

memiliki kamu,aku ingin...




sebuah karya
Yusuf Fansuri

BUKAN


aku bukan rajawali
punya kuasa sakti
bisa membawamu lari

tak mampu aku terbang
'tuk mengapaimu
di tinggi langit

bunyinya cukup aneh
hanya aku seekor sagi
lelaki membilang hari

aku manusia biasa
bukan makhluk absurd
bisa luka dan berdarah juga

Rabu, Mac 05, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
ANTARA GARISAN

demi waktu
antara saat dan minit
tak pernah aku lupa akan kamu

demi detik
antara degup dan debar
tak pernah aku bernafas lega

demi jarak
antara titik dan titik
tak pernah kugaris sempadan

demi cinta
antara mimpi dan sedar
tak pernah aku terpisah rasa

sebuah karya
yusuf fansuri

DANDELION


satu petang dingin

di ruang lapang

mengejar aku kamu

di setiap sudut matahari


kauligat di angin
kutangkap sukar
kaulicik di pelangi
di puncak tinggi

entah mengapa
harus kuburu
kamu di setiap liku
tatkala kau mudah
melekat di baju

Selasa, Mac 04, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
DI DEPAN MATA


bagaimana harus

aku luahkan ingin

apa ada dalam dada

tatkala kau di depan mata

bahawa sebenarnya aku
amat
rindu akan kamu
kau tatap tepat bola mataku
lalu kutidurkan hasrat di ranjang hati



Isnin, Mac 03, 2008



sebuah karya
yusuf fansuri

SENIPIS SELAPUT KULIT


dapat kurasa

apakan menjelma

tentang sesuatu

penuh tersirat


tika duduk bersandar

cuba membaca tafsir

isyarat yang dihantar

antara garis-garis samar


tuntutan takdir

berlaku semua

kauperlukan

perisai senipis

selaput kulit

'tuk menangkis


tak siapa tahu

ke mana angin

bisa membawamu

tak siapa tahu

apa yang sering

menganggumu


aku sendiri

tak tahu ke mana bayu

bisa membawaku

tak siapa tahu bila

masanya 'kan tiba

cuma tak ingin aku

melihat kau menangis


di tepi laut musim panas

hembusan asin bertiup

layang-layang melayah

tergantung di awan


pada waktu begini

aku ingin tahu

apa yang berlaku

kepadamu

& kau juga ingin tahu

apa berlaku padaku


tak banyak

bisa kutawar dalam hidup

O ketahuilah...

kehidupan penuh haruman

ini waktu 'tuk kita

harus bermula

dari garisan akhir



Jumaat, Februari 29, 2008




sebuah karya

yusuf fansuri

MAYA


di luas padang

aku mengejar angin

di lekuk-lekuk bukit pasir


di luas padang

aku memburu debu

mencari bayang-bayangmu


di luas padang

aku tersandar di pohon kaktus

mencabut duri-duri menusuk hati


di luas padang

aku mengadap bola api

rindukan maya dewi!

Rabu, Februari 27, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
TRANSENDENCE

- sebuah elegi


pada waktu

aku mahu kau tahu

kau tak perlukan aku lagi

kau tak perlukan apa-apa


pada waktu ini

aku hanya mampu

melihat bayang-bayangmu

dari jarak terlalu dekat

namun tak bisa kudakap


pada waktu begini

kedua sayapku patah

peluru-peluru merusuh

darah-darah bagai hujan
jatuh dari batang tubuh

pada waktu-waktu

nyawa pun berterbangan

dari dalam badan

jadi sekawan burung

melayah bersama angin
entah ke mana?

Isnin, Februari 25, 2008



sebuah karya
yusuf fansuri

MENGANYAM SARANG LABAH-LABAH


suatu petang

di bawah lengkung pelangi
bersama kita menganyam
sarang labah-labah

tersenyum kaumanja
kita raikan cinta
bagai esok tiada hujungnya

sinar wajahmu membelah maya
terpegun aku dihembus edan kasmaran
dunia dan segala isinya milik bersama

tiba-tiba angin rusuh melanda
entah dari mana asal-usulnya
segala terbina musnah sekelip mata

aku memelukmu dengan erat
sepenuh nyawa tak terpisah jua
walau hebat ribut merebut hasrat.




sebuah karya
yusuf fansuri
BALANG KACA

O juita
andai aku
punya kuasa

akan aku letakkanmu
di dalam balang kaca
agar dirimu
tak tersentuh debu

tak tersinggung siku

sebuah karya
yusuf fansuri

RAMA-RAMA


segala memori

berkecai berai

bagai sayap rama-rama
yang tinggal hanya
debu-debu di tangan
dibasuh keluh


sebuah karya

yusuf fansuri

MALAM INI, RINDUKU BERSAYAP PATAH



cuba aku tidurkan ini rasa
setelah mengharung yuda
siang yang terlalu panjang

tunduk di bawah pohon usia
bulan penuh terang mengambang
dingin udara menghiris bulu roma

mengigil aku memeluk tubuh
menahan maha pedih luka
darah menitis air mata

malam ini, rinduku bersayap patah
kujahit parut dengan jarum tabah
walau sering tewas, aku bukan kalah

O juita, ketahuilah olehmu
jika tindakku sukar dimengerti
sesungguhnya aku tak minta difahami!


Ahad, Februari 24, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
KATAKAN PADANYA

katakan padanya
aku tak akan tinggalkan dia
kerana aku tahu ertinya sepi

katakan padanya
aku tak akan bersilang hati
kerana tulusku sampai mati

katakan padanya
biarpun aku naif dalam cinta
tapi aku tahu apa itu berkasih

katakan padanya
biarpun aku tak kenal cinta sejati
tapi aku tahu maknanya abadi




sebuah karya
yusuf fansuri

MASA UNTUK BEREDAR


sudah lama

kita tak bertemu

wajahmu tak berubah

dalam suram cahaya menipis


bau teh dan peach

menguja aroma rindu

lemas seketika aku

dibuai rasa syahdu


menyebut namamu

tak termampu

diam mengunci

tiap inci hati


nun jauh di sudut jiwa

kudakap ingin

erat tubuhmu

mendekat di dadaku


Sabtu, Februari 23, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

JIKA KAUBACA PUISI INI


jika kaubaca puisi ini

tersirat di sanubari tiada niat

'tuk merimas atur hidupmu


O maafkan aku

mengheretmu sejauh ini

menjengah dunia sunyi

alam makhluk sepi


O ketahuilah olehmu

aku sendiri memilih

keterasingan

kerana letih

angkara insan


O maafkan aku

sesekali tersasar tingkah

jauh di dalam batinku

cuma ada CINTA

ingin kunyala

'tuk menerangi gelita


jika kaubaca puisi ini

dan jika tak terlambat untukku

menghulur khilaf ampun

Jumaat, Februari 22, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
MENGUKUR JARAK

di ujung horizon

di tebing berdiri

sendiri memerhati

dalamnya jurang

gunung


senja di ufuk jauh
bergaris-garis jingga
memilih terasing
untuk memahami
setiap uji dan duga

angin petang menderu
kusebut namamu
perlahan-lahan
dalam resah hati

tika kau tanya
haruskah kau pergi?
aku mengait diam
mencari di mana silap
silangkata hidup

cuba tidak menurut
halus bisikan naluri
melepasmu jua, aku

sayup kelam
kau terus hilang
dalam bayang malam
gebar memelukku
dalam dingin.

sebuah karya
Yusuf Fansuri

DALAM HUJAN
- untuk m
 
Ayu wajahmu
Masih berlegar
Di ruang udara
Di dinding malam
O harap kautahu
Bukan salahmu
Apa telah berlaku
Berjalan di lorong
Samar
Sejuk Sunyi
Debu hujan melekat
Di baju dinginku
Tidak semua drama
Bisa berakhir bahagia
Itu kautahu, bukan?
Usah kaugusar
Segala rahsiamu
Tersimpan kemas
Di selimut hatiku
Setiap datang
Akan pulang
Setiap bermula
Akan berhenti
Hanya tinggal
Adalah memori
Aku tetap di sini
Dan begini…

Rabu, Februari 20, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

BIARPUN


tiada niat

'tuk aku mudah
bermain rasa

merajut kata


ikhlasku
tak berpisah dua
tak bersilang dusta
tak berdalih helah


tulusku
padamu penuh murni

sedalam cinta Adam

pada Hawa


biarpun

sukar 'tuk bersama

sungguh aku bahagia
meski harus mencintaimu

seketika cuma.