Rabu, Mei 23, 2007

My Slide Show

Sabtu, April 28, 2007




Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

ELANG MALAM


ingin tatkala

menyentuhmu rupa

pesona semesta


hasrat penuh

bulan purnama

elang malam

merindu durja


sukar kugambar

saat kusambar cuba
cinta di puncak nyala!











Sebuah Sajak
Yusuf Fansuri

HALIMUNAN, RAMA-RAMA & BALANG KACA


halimunan
melukis catan
antara garis-garis
dupa mistis

menetas beluncas
menjelma
di hujung jari
seekor rama-rama
tumpah warna

segalanya
cukup indah
dalam balang kaca
yang menunggu pecah!

Selasa, April 17, 2007











sebuah karya
Yusuf Fansuri

AKU PUN TAHU (2)

saat pintu
cinta tertutup
siaga

kubuka cuba
mafatih cinta

lantas memori
pun lalu jadi
seribu ilusi mimpi

aku pun tahu
detik pada itu!














Karya
Yusuf Fansuri
3 Sajak

MASA DEDAUN

antara hayat
dan resah
masa dedaun
gugur
satu persatu
tua dan muda
ke dakap ibu bumi
antara resah
dan hayat

JARUM WAKTU

kawan!
betul katamu
jarum waktu
peniti tajam
seringkali
tertusuk
tika menunggu!


PINTU (2)

Aku temui
Seberkas kunci

Di depan
Rumahmu

Tapi tak
Aku tahu

Mana satu
Kunci pintumu!

Isnin, April 16, 2007













Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
MENJULANG CINTA DI KEMUNCAK USIA


musim berlalu
meninggalkan
sisa kenangan
di simpang setiap

tak mampu
untuk menoleh
segala berlalu
pusaran memori

di hujung usia
akar pengalaman
mengukuh pohon
dewasa

saat menguasai
curiga di hati
sentiasa gusar
tak tenteram

pada waktu hasrat
semakin pudar rupa
dan harapan kecewa
seringkali

O ketahuilah…
nun di puncak impi
samalah menjulang cinta
penawar mujarab
segala duka!

Khamis, Februari 22, 2007


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
PUTERI SALJU PUTEH
karangan hati untuk iman


nipis senyum manis
mekar di kuntum
bibir segar dan mulus

kerling sinar mata
di celah-celah rambut
penuh rahsia si comel muda

keletahmu, memikat
menjerat segala gusar
menawan segala resah

kehadiranmu
satu anugerah
penawar mujarab hati
penyembuh duka abadi

O puteri salju puteh
menatap ayu
wajahmu...
salji bisa cair
laksana dipanah mentari!

Rabu, Februari 21, 2007













Sebuah karya
Yusuf Fansuri
PIALA SABAR
- Untuk mizanila

rencam dunia
berliku cabar
sering menduga
kekuatan segala

antara lumrah
dan upaya menyerah
perlu timbang tara
mengukur yakin

harus lebih
berpegang kukuh
berpaut percaya
pada tali-Nya

saat kemenangan
di ambang istana
gilaplah piala sabar
kerana cinta-Nya
tak pernah tersia!

Jumaat, Februari 09, 2007














sebuah karya
Yusuf Fansuri
BINTANG-BINTANG

ombak gegas berkejaran
tofan memulas
pusaran

putaran menarik
ke dalam aku
lemas, lemah
dan letih

meredah biru lautan
tak terdaya
menumpas
kudrat

berenang antara
bintang-bintang
siripku tak bertulang!

Selasa, Februari 06, 2007


















sebuah karya
Yusuf Fansuri
RAHSIA CINTA IBNU ARABI


apalah dunia & seisinya tatkala rindu hanya untukNya yang satu
apalah dunia & seisinya tatkala kasih hanya untukNya yang satu
apalah dunia & seisinya tatkala cinta hanya untukNya yang satu
apalah dunia & seisinya tatkala rohani hanya untukNya yang satu

apalah dunia & seisinya tatkala aku hanya untukNya yang satu

















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

FEBRUARI


i)
bulan mawar

bulan penawar


ii)

bulan kasih

bulan pedih


iii)

bulan janji

bulan mati




Isnin, Januari 15, 2007
















sebuah karya
Yusuf Fansuri
PADA MASA SEBENARNYA AKU MERINDUIMU

jauh adalah
jarak waktu
yang rindu

di puncak
aku terlontar
melihat dengan
segala kebesaran
ke tengah
biru lautan

fikiran berlayar
mencari wajahmu
di persisir pantai

di saat ini
aku temui hanya
cebis-cebis kenangan

hanyut di arus
bersama buih-buih
yang tiba-tiba hilang.

Jumaat, Januari 12, 2007





















sebuah karya
Yusuf Fansuri
PADA DETIK AKU CUBA MELAFAZKAN...

gemuruh ini tak bisa terbendung
dan gementar seiring degup jantung

kucuba tenteramkan gendang debar
agar rentak kata tak tersasar rasa

O wangi, dengarlah sepenuh hati
tulus ini bukan erti berbelah bahagi

pada detik aku cuba melafazkan
karam aku dipulas gelombang jiwa

sungguh mencintaimu aku lebih
dari apa yang sepatutnya kautahu!

Khamis, Januari 11, 2007
















sebuah karya
Yusuf Fansuri
PADA SAAT BAGAIMANA HARUS KUMULA

sering debar tak tertanggung
denyut nadi terhenti acapkali

bibir ini tak bisa berbicara
walau hanya sepatah kata

O puspa, tatkala kutatap wajah seri
tak bisa aku berbohong pada hati

meski berulangkali bersilat nafi
ternyata cinta memihak runtunan jiwa

pada saat bagaimana harus kumula
aku seorang lelaki yang hilang raga

Khamis, Januari 04, 2007















sebuah karya
Yusuf Fansuri
PADA WAKTU PERPISAHAN TERLALU DEKAT
- untuk pharohakim & za'aba

daun-daun gugur perlahan
lewat disember menderu
basah musim gelisah

rumput hijau merunduk
dan titis hujan bagai debu
dihembus angin dingin

berdiri ditepi tingkap usia
memandang cuaca cemburu
nurani ditenggelami banjir sayu

tatkala memilih 'tuk menulis
sebuah sajak menterjemah rasa
mengapa harus memihak

pada waktu perpisahan
sudah terlalu dekat
lebih merelakan aku
sebuah pemergian

sukarnya kupertahan
dengan kudrat sedaya
cuba untuk tak menguris
setiap inci hati yang dicintai


meski sukar dimengerti
tindak tak menuntut hak
kerana harus lebih percaya
sang pencinta tak harus meminta

O Puspa...
penyerahan ini sepenuhnya
kerana kunci segala rahsia
adalah pasrah menyerah
yang bukan cuba mengalah!

Selasa, Januari 02, 2007

















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

WALAU

- "cinta adalah kepedihan yang tak kenal ampun"
Fariduddin Attar

pada waktu

aku bukanlah terbaik

kerana pilihan menuntut

sekelip jawapan mungkin


sukarnya untuk aku
melepaskanmu mudah
dari erat dakap hasrat


namun pasti, segala

kau bukan milikku

walau bulan bisa

terbelah dua


saat ini aku

jadi bisu tatkala

kutuliskan sebuah takdir

di kertas perpisahan!

Jumaat, Disember 29, 2006












sebuah karya
Yusuf Fansuri

KERANA WANGINYA PUSPA


aku hadir tatkala

matahari takdir

melabuhkan

hijab senja


perjalanan jauh

usia merentas

impi mengalas

diuji seringkali


nah! ditamanmu

aku singgah sebentar

menumpang pasrah

sesekali disergah

kumbang kenangan


aku kembali

ke lamanmu kali ini

kerana wanginya puspa

harum yang membunuh

setiap sang pencinta


diribaanmu aku

memilih untuk terus percaya

rasa kasih tak pernah berdalih

jika soal setia jadi timbang tara!





















sebuah karya
Yusuf Fansuri
TUBUH-TUBUH BERCINTA


(i) bulan
Memanah

Bulan biru
Nun jauh

Agar jatuh
Ke erat dakap !

(ii) busur
Tancap busurmu

Membenam
DALAM
Rasa.

Ini tubuh
Menggeletar di segenap
saraf.
Jiwa kulebur!
Olehmu!

(iii) tulus
MenCINTAimu

Adalah tulus

Memilikimu
Adalah hasrat

Memelukmu
Adalah jiwa

(iv) luluh
Ayu sinar matamu

Menerjah dada
Terbakar rindu

Manis senyummu
Mengusik hati
Terpaku lidah

Lembut tuturmu
Menusuk jiwa
Luluh CINTAku!

(v) matahatiku
Kamu!


Adalah matahatiku
Saat cermin CINTA mula kabur

Di antara pudar sepi yang berbekas
Curiga rasa yang panjang
Pada segala kejadian
Sang perempuan.

(vi) sesuatu
Sesuatu yang tak terucap
Bukan dusta kata
Sesuatu yang tak terluah
Bukan dendam lama
Sesuatu yang tak terungkap
Bukan cuba berpura
Sesuatu adalah
Rahsia kehilangan
Kata-kata sang penCINTA.

(vii) penawar
Bisa racun

CINTAmu
Penawar pedih
1,000,000
Luka berahiku!

(viii) setelah itu
Setelah itu
Aku tak pernah melafaz
Janji
Setelah itu
Aku tak pernah melafaz
Dusta
Setelah itu
Aku tak pernah melafaz
Sumpah
Setelah itu
Aku
Lemas di laut CINTA!

(viiii) hanya kamu
Hanya kamu

Kamu hanya
Dan
Hanya kamu
Kamu hanya
Kamu
Selamanya aku CINTA !

(ix) sebuah cinta
ini puisi‘tuk

sebuah
nama ini puisi‘tuk
sebuah
kasih ini puisi‘tuk
sebuah
sayang ini puisi‘tuk
sebuah
CINTA ini puisi‘tuk sebuah
abadi!

Khamis, Disember 28, 2006












Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

INGIN SEDANG


membasuh

sayapku

patah berdarah

setelah meredah

resah angin


merah gelisah

mengalir ke

dasar tasik

nubari


dingin air bening
bukan penawar
mujarab ubat

lara luka


O kekasih

demi kasih ini

hati tak pernah

terbelah dua


meski acapkali

dipanah kecewa

seringkali rasa

ingin sedang

bercinta!





















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
DI PUNCAK NYALA


tahu aku
hangatnya api

bermain aku
panasnya bara

rentung aku
sayapnya cinta

terbakar aku
dijilat nyala!














Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
INGAT AKU TAHU

mudahnya aku
menerima tanpa
segala soal apa
tiapkali menjelma

ingat aku tahu
tentang jagat dunia
tentang gelagat
manusia

sukarnya aku
menerima bahawa
aku sebenarnya
tidak tahu apa-apa!

Rabu, Disember 27, 2006






















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

PERLUKAH KAU MENUNGGU BEGITU LAMA?


saat kupu-kupu kembali

tak pernah bertanya aku

entah berapa lama jarak

persinggahan ingin


segala curiga aku tawar bisa

segala sangsi aku patahkan taji


hadirmu aku sambut dengan santap madu

meski tiapkali kauminggir tinggalkan cebis debu


saat kupu-kupu pergi

aku tak pernah bertanya

entah berapa lama akan

kausinggah di ranting ini?

Isnin, Disember 25, 2006






















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
SERAT JANJI

basah disember lewat

dingin dadaku sebak

bagai mengerti

nestapa ini



memang tak pernah
rasa sejujurnya untuk
menduakan piala cinta


aku pertahan cuba
segala sangsi mengapi
dan curiga kian membara

sukar aku lepaskan
pergimu tanpa kata
sunyi tanpa penjelasan


dan tak mungkin
takdir menyebelahi
tatkala serat janji

terputus jua akhirnya

Ahad, Disember 24, 2006





















sebuah karya
Yusuf Fansuri

SEGALANYA SEBUAH HASRAT

saat kulafazkan tiap kata
sedaya ingin tak berdusta

kerana kutahu curigamu
seperti pisau tajamnya

tak pernah mendua rasa
usah diukur dasar setia

cinta ini sukar dimengerti
segalanya hasrat
peribadi

namun jangan mudah menggilap alpa
sebelum cinta bisa terpadam apinya!






Khamis, Disember 21, 2006
















Sebuah karya
Yusuf Fansuri
MENGINGATIMU

debar hati
tiapkali terkenang
saat terindah
seketika

kenangan berlari
dikejar gerimis hujan
masih lagi basah
dalam ingatan

dingin pipimu
harumnya kekal
di sanubari dalam

tika begini sepi
segalanya tercipta
seperti mimpi kaca
menunggu pecahnya!

Rabu, Disember 20, 2006





















sebuah karya
Yusuf Fansuri
HUJAN TELAH

dalam pelukan sayap
cuba membalut dingin

memerhati rintik hujan
berlari antara batu-batu

basah meresap rasa
sunyi mula bernadi

hujan telah mencumbu
setiap ruang waktu

di puncak sepi
rindukan matahari!










sebuah karya
Yusuf Fansuri
LAGI SEKALI


tak mudah
untuk membaca
takdir suratan

seringkali
silap berulang
tanpa sebab

tiap tafsir
punya makna
berbeda tiapkali
buku dibuka

apa yang hadir
harus diterima
tanpa curiga rasa

lagi sekali
hidup adalah
sebuah kuliah
yang tak sudah.














Sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEEKOR KUPU-KUPU

kautinggalkan debu
singgah
seringkali
meski
acapkali
aku jamu secicip madu!

Isnin, Disember 18, 2006





















sebuah karya
Yusuf Fansuri
PENULIS CINTA
- untuk pharohakim


mencalit putih kertas
pena membelah kata
antara pekat dakwat
cinta jadi bunga-bunga
berterbangan si rama-rama
berkicaulah margasatwa
berahilah sang kumbang
alam pun merdeka
malaikat pun alpa!

antara komen daripada sdr Roslan Jomel yang dipetik dari laman sastera_sarawak

Salam kepada sdr Yusuf,


Menulis puisi pendek yang baik kesatuan struktur dalamannya sesukar
menulis puisi panjang yang kukuh penjelasan dalamannya. Baris
pertama hingga ke baris ke empat berdesing penuh ke telinga artistik
saya, sehinggakan boleh dibaca sambil memejamkan mata kerana
kehalusan dan kekuatan diksinya. Baris ke lima hingga ke baris ke
tujuh pula, melintang jauh daripada rasa keasyikan saya sebagai
pembaca, tetapi pada baris ke lapan dan ke sembilannya, saya kembali
dipenuhkan oleh pemilihan diksi saudara yang sememangnya berbakat
memendekkan puisi dengan kepadatan.



















sebuah karya
Yusuf Fansuri
JARAK CURANG
- untuk armizanila

jauh bukannya halangan
untuk pohon cinta tumbuh
sesegar pagi dipanah matahari

jurang bukannya penentu
untuk daun bisa jatuh
ke riba tanah tanpa malu

jarak bukannya pemisah
untuk mengukur kukuh
sebuah mahligai cinta

curang bukannya lambang
rapuhnya tiang seri setia
jika pasaknya terpaut waja!