Selasa, September 16, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KEMBALI MENGHITUNG JARI


termenung sendiri

mendung awan

di hujung kecintaan


menunggu t'lah lama

kembalimu di sisiku

hanya hasrat tertinggal


wajahmu kurindu

setiap beradu malam

kusebut selalu namamu


kini saat menghitung jari

memujuk sepi kalbu

bertemu tak semesti bersatu.

Isnin, September 15, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

PENYAKIT JIWA INI


kaudatang padaku

membawa secangkir cinta

lalu kuteguk
seketika
tenggelam dalam

lautan obsesi


aku paus biru

dari dasar sunyi

menghempas diri seringkali

rindukan sang kekasih

yang jauh tapi nyata


kaudatang padaku

membuka seribu hijab

antara lamunan panjang

kembali pada siasah azali

mengerti makna buruj-buruj

langit tinggi.



sebuah karya

Yusuf Fansuri

ILHAM AMANDA


tatkala luka

kaulah mujarab ubatnya


tatkala edan

kaulah penawar kasmaran


tatkala malam

kaulah bintang di kejauhan


tatkala sunyi

kaulah irama seruling hati


tatkala bahagia
kaulah mawar sejuta wangi


sebuah karya
Yusuf Fansuri

RELA LEPASKAN SEGALANYA


aku pun meraut lara

jadi busur-busur

tajam & runcing


tak akan kurawat

hati yang cedera
biar mengering darah


rela lepaskan segalanya

jika itu tulus pintamu
tanpa syarat & wajaran


O Yusuf

jangan ceritakan
tentang apa kaurasa

kerana tiada mengerti
derita tertanggung

itu rahsia paling sulit


O Mawar
kaulah sentuhan yang benar
dalam hidupku pernah hadir


'kan kukenang setiap kemanisan
& aku terus menari tarian cinta
di bawah malam bulan rembang.

Ahad, September 14, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

K KENCANA


kilasmu

penuh rahsia

di sebalik

kelikir batu

licik di air

tubuhmu

sisik kencana

menjerat pesona

sang pencinta.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
LALANG SEPANJANG JALAN


menghiris deru
debu-debu merah
berterbangan
melayah
tubuh lalang
terbelah luka
berdarah


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KASIH KERTAS

(Ilham Amanda)


malam melarut
kurenung wajahmu

malu tunduk


memilih kata
hati-hati penuh

menyusun makna

katamu lembut
berlapis santun
tersirat takrif

katamu lagi
jiwa wanita bukan

kertas sehelai sifatnya

tak meminta cuba
dibaca 'tuk memahami
hanya biarlah mengerti

belaian menuntut
kasih menurut

berpaut sayang

cinta an-nisa'
lebih pada tindak

cuma milik yang hak.

Jumaat, September 12, 2008



Sebuah karya
Yusuf fansuri
A

bekas telapak kakimu

masih basah lagi

tika aku menyusur

jejak-jejak kautinggalkan


kaulenyap dalam kabut

aku terhanyut mencarimu

di celah-celah daun embun


titis-titis hujan

melekat di dingin badan

pagi ini, aku tenggelam

kaupulang tanpa pesan


masih di sini menunggu aku

di hadapan istana mengharap

kautiba sebelum waktu senja

agar malamku takkan gelita



sebuah karya
Yusuf Fansuri
INI MALAM, MEDAN AIR MATA

kupetik merdu kecapi
di bawah perdu pohon usia
& kudendang senandung jiwa

menyambut hadirmu O Dewi
ke taman seribu wangi abadi
lalu kaubisik satu kalimah


malam pun jadi medan air mata
suaramu bak tutur bidadari
meluluh karat lara semesta
mengubati gering nestapa


tinggalkan aku jangan
pada saat amat aku memerlu
sungguh hati tak pernah merela
ini sunyi mula bernadi
ini rindu mula bernyawa


sebuah karya
Yusuf Fansuri
M


jika benar
tiada ruang
'tuk ini rasa
bertakhta
cukuplah
satu titik
di hatimu
berdetik
tanda
pernah aku
tiba di gerbang
istana cintamu
satu senja.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEKALI CUKUPLAH


kaumenari tarian nuri

tika aku tunduk

menyembah tanah, rebah


kautanya padaku

merah apa di tangan

darah apa di badan


sekali cukuplah

peluru-peluru menembusi

segenap sisi tubuhku


jika kaupinta ini

lama sudah kujangka

kematian hanya bisa memisah cinta!

Rabu, September 10, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BIAR AKU MENCINTA MESKI SESAAT CUMA

O Kekasih

datang aku ini

tanpa hasrat

menaruh harap


demi penyerahan

memaksa tidak

'tuk menerima


dengan segala

kekurangan
&
kekerdilan


kubawa padamu

punya masa silam

titik-titik hitam


dingin pagi dini

tangisku sebak

hati terkoyak


O Kekasih

mengintai aku ruang

biar aku mencinta

meski sesaat cuma


sebuah karya
Yusuf Fansuri
DAUN-DAUN GUGUR



pabila teringat kamu

memori persis
daun-daun gugur
di musim luruh, kuning & kering

kauguris setiap inci hati

tatkala aku mencintamu

seluruh jiwa & raga


kaudusta isi nurani

mencipta pura dalam
hidup seorang hawa

tiapkali ranting-ranting

jatuh menimpa tubuh
laksana busur-busur menujah

di bawah bayang pohon gersang
tunduk aku mengadap awan berlari

kaubunuh cintaku berulangkali!


sebuah karya
Yusuf Fansuri

JIKA


jika jarak

jadi pemisah

antara kita

jauh

adalah musuh

paling abadi


jika masa

jadi penentu

antara kita

bisa

berburu aku

mengejar waktu


jika takdir

jadi pengukur

antara kita

biar

aku lebur

dalam hablur cinta!

Isnin, September 08, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

KAUSEMBUNYI WAJAHMU DI CELAH-CELAH JARI


seringkali ingin aku

menatap raut parasmu

O Sayang... terasa indah


namun jua

tak bisa aku merenung lama

kausembunyi wajahmu

di celah-celah jari


sinar tulus matamu

menggetar degup nubari

mengejar mimpi


sekilas senyumanmu

mencair kebekuan hati

memelukmu ingin aku

takkan kulepaskan lagi!

Jumaat, September 05, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

TANAH DI BAWAH KAKIMU


andai aku bisa pergi & takkan kembali

tanpa ucapan selamat tinggal padamu

usahlah merajut sedih dengan benang pedih


bagi aku tiada kata bernama perpisahan

setiap titik mula adalah pertemuan

setiap detik temu adalah permulaan


O sayangku simpanlah kenangan seadanya

putarlah piring ingatan bila & jika perlu

percayalah memori tak semudah itu padam


paling tidak jika rindu merusuh masih

ciumlah segenggam tanah di bawah kakimu

nescaya kau 'kan ingat bau tubuhku.

Khamis, September 04, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEMUANYA T'LAH TERBENAM


seluruh hayat

aku memujamu O Dewi


hadirmu memberi nafas

wujudmu maka aku ada


namun segala
nya kini
bagai tiada kepastian

segala yang kusanjung
tidak berpenghujung


semuanya t'lah
terbenam
jauh ke dasar bumi

aku tak bisa mati
selagi
belum janji tertunai

O Dewi... biar aku mencinta

mendekapmu setulus hati


O Tuhan... pertemukan hasrat

di satu simpang rasa bersatu
.


sebuah karya
Yusuf Fansuri

SELUBUNG SYAHDU


gelap malam

menyarung

sunyi rahsia


bening dini

mengirim sayu

ke lubuk nurani


kususun bahasa

jadi untaian doa

menghindar dosa


ini ramadan

O yusuf kerdil
merasa
di sudut terpencil

selubung syahdu

membalut tubuh

tika dingin tumbuh


apa daya

ini lidah tak bermaya

'tuk menyatakan cinta


O Kekasih

harapmu mengerti

betapa daku memerlu...


sesungguhnya

sering aku
dekat padamu
.

Selasa, September 02, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

DEKAT (TAPI JAUH)


O kekasih

begitu kau dekat

aku sentuh

tak bisa


mendakapmu

& memelukmu

ingin aku


namun

segalanya

adalah bayang

maya


mudah

aku terhanyut

mimpi dibuai


O kekasih

ini cinta

menebus nyawa!



sebuah karya

Yusuf Fansuri

DI SINI TANPAMU, AMANDA


ini sunyi

terasa cukup

suasana mencengkam

di sini tanpamu

sepi persis duri

tajam menusuk rindu

setulusnya aku ingin kautahu
bahawasanya aku

'kan terus menunggu

meski saban waktu

makin menjarak
& bayang-bayangmu

seperti terlalu dekat

sukar 'tuk kudakap erat

& aroma tubuhmu

terus memburu lenaku.


Sebuah karya
Yusuf Fansuri

NYANYIAN PAUS BIRU


aku redah sunyi

samudera


dingin mencengkam

rasa seribu


menghempas

tubuh sepi


biru air terbelah

ombak-ombak pecah


hening lautan

menghiris kesayuan


sendirian begini

dekat lebih padamu


biar ini airmata

tenggelam bersama gelora.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
SAYAP-SAYAPKU TERBAKAR LAGI


sayap-sayapku
terbakar lagi
tatkala
kusambar ingin
jemala di puncak
nyala

Isnin, September 01, 2008



sebuah karya

Yusuf Fansuri

KEMBALI KE DALAM SUNYI


semua telah usai

tanpa perlu jawapan ada


hidup harus terus
berlari
menerjah mimpi


tinggalkan segala

pecah kaca indah

kembali ke dalam sunyi
kembali membaca sepi erti


hanya aku insan
bisa mencinta cuma

soal hati adalah hasrat

hajat seringkali tersirat


O Kekasih kaudatang

tika aku ingin pulang

Jumaat, Ogos 29, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

PERSINGGAHAN


setiap memori

adalah sebuah perhentian
hidup yang kencang berlari


singgah 'tuk menoleh

berhenti 'tuk memerhati

merenung 'tuk mengerti


kerana perjalanan

adalah sebuah pengembaraan

adalah sekisah pengalaman


mengalas bagasi harap

membaca buku cinta & kecewa

memeta arah agar bisa terus bernyawa


ini kesementaraan

hanya pinjaman
'tuk
bekalan ke negeri abadi.



sebuah karya
Yusuf Fansuri

LABIRIN CERMIN


biasan-biasan
persis duri-duri
menusuk daging

di belahan retak
wajah silam merekah
kaca menyindir kenyataan

melalui ini labirin
berseorangan bersedia
'tuk menerima kejutan

realiti di ujung jari
segala ingin disentuh
bayang rapuh maya

Isnin, Ogos 25, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

RELAKAN KENYATAAN INI


O Kekasih

datang aku ini

setelah jauh
menjarak
antara
berdua kita

aroma tubuhmu bersayap
mengejarku
di penjuru
setiap
ruang waktu

jauh di dasar hati

tak mampu lagi
berselindung aku

di rusuk bayang


tiapkali bersamamu

indahnya tak terbayangkan

redupan wajahmu

lindungan bulan


betapa ini sunyi

membunuh segenap sisi

tanpamu seperti aku

kehilangan nyawa


O Kekasih

relakan kenyataan ini

dan jika semua bisa berakhir

'kan kupahat namamu

disisi nisan hayatku.




sebuah karya

Yusuf Fansuri

CINTA TERNYATA


telah gundah lama
luput nestapa


kini benderang
cahaya
bulan gerhana


cinta ternyata

berkerlipan sinar


di terbentang langit

bertaburan intan-intan

wajahmu maharani

tersembunyi di celah galaksi
.


Rabu, Ogos 13, 2008



Sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEPASANG ANGSA PETANG

harus bagaimana
kuselami
cuba
dasar tasik
hatimu
agar bisa
aku riang
berenang di sisimu
laksana sepasang
angsa petang...

sebuah karya
Yusuf Fansuri
BUKAN PERMAINAN


mencintaimu
tak pernah aku
bermain cuba

cinta
bukan padang
permainan

cinta
bukan medan
pertaruhan

cinta
bukan arena
percaturan

mencintaimu
persis pertamakali
bermula erti berkasih.

Ahad, Ogos 10, 2008



sebuah karya

Yusuf Fansuri

INI MALAM


tidurkan aku rindu

pabila teringat

sering
akan kamu
tak larat kupendamkan

lantas mata kupaksa pejam

mempertaruh harap

bisa bermimpi bertemu

di alam lain

& aku tak 'kan jemu

menatap wajahmu seri

waktu
tanpa sempadan
sungguh saat ini

aku rindukan kamu amat.