Jumaat, Februari 22, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri
MENGUKUR JARAK

di ujung horizon

di tebing berdiri

sendiri memerhati

dalamnya jurang

gunung


senja di ufuk jauh
bergaris-garis jingga
memilih terasing
untuk memahami
setiap uji dan duga

angin petang menderu
kusebut namamu
perlahan-lahan
dalam resah hati

tika kau tanya
haruskah kau pergi?
aku mengait diam
mencari di mana silap
silangkata hidup

cuba tidak menurut
halus bisikan naluri
melepasmu jua, aku

sayup kelam
kau terus hilang
dalam bayang malam
gebar memelukku
dalam dingin.

sebuah karya
Yusuf Fansuri

DALAM HUJAN
- untuk m
 
Ayu wajahmu
Masih berlegar
Di ruang udara
Di dinding malam
O harap kautahu
Bukan salahmu
Apa telah berlaku
Berjalan di lorong
Samar
Sejuk Sunyi
Debu hujan melekat
Di baju dinginku
Tidak semua drama
Bisa berakhir bahagia
Itu kautahu, bukan?
Usah kaugusar
Segala rahsiamu
Tersimpan kemas
Di selimut hatiku
Setiap datang
Akan pulang
Setiap bermula
Akan berhenti
Hanya tinggal
Adalah memori
Aku tetap di sini
Dan begini…

Rabu, Februari 20, 2008


sebuah karya
yusuf fansuri

BIARPUN


tiada niat

'tuk aku mudah
bermain rasa

merajut kata


ikhlasku
tak berpisah dua
tak bersilang dusta
tak berdalih helah


tulusku
padamu penuh murni

sedalam cinta Adam

pada Hawa


biarpun

sukar 'tuk bersama

sungguh aku bahagia
meski harus mencintaimu

seketika cuma.



sebuah karya
yusuf fansuri
MENGINTAI CINTAMU
DI CELAH BINGKAI RINDU


bagaimana
harus kumula
'tuk menyusun
patah kata-kata

bagaimana
harus kunyata
debar tiapkali
sinar matamu
menusuk dadaku

apa bisa kaurasa
apa yang kurasa
apa bisa kaudengar
detik nadi sukmaku

andai kautahu
aku ingin dekat padamu
ibarat yusuf dan zulaiqha
bersatu di ufuk kasih

andai kautahu
betapa aku mencintamu

lebih dari apa kautahu
meski aku
hanya




sebuah karya
yusuf fansuri

MAKIN HANGAT


memerhati birai senja

malam makin hampir

gelap makin dekat


dingin mula tumbuh

berlinang air mata

tika jaga tanpa rela


biru hatiku

tak ingin kaupulang

biar dinihari larut panjang


tak kuizin

siang menjelang

sepi 'kan bertamu


O Khadija...

wangi rambutmu

masih lekat di baju

aku rindu!



Isnin, Februari 18, 2008


Sebuah karya
Yusuf Fansuri
DIA

dia bagai mimpi
memberi nafas
segenap rasa

dialah degup
dialah debar
dialah juita

untuk selamanya
dialah dewi cinta
dalam puisiku

Rabu, Februari 13, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KUTULIS INI PUISI, SUATU MALAM


kutulis ini puisi, suatu malam
setelah dikejar bayang silam
segalanya seperti patah-patah

segalanya seperti pecah-pecah


sendiri menatap lapis-lapis kelam

sesekali angin menghiris pedih

mawar ditangan tergetar layu

kelopak jatuh satu persatu


hatiku dibalut selimut duri

darah mengalir tiapkali denyut nadi

dan nafas rindu terhenti acapkali

larut kian terasa panjang


O tuhan...

segalanya telah aku berserah

cinta yang sukar kusentuh
rasa yang payah kululuh

O tuhan...
pada-Mu kumohon setulusnya
kurniakan padaku seorang kekasih

yang baik hati yang mencintai aku seadanya


kutulis ini puisi, suatu malam
tarikhnya sengaja kulupa
semalam kutinggalkan adalah memori

yang tak ingin kukutip kembali...


Sebuah karya
Yusuf Fansuri
HARAP KAU TAHU

- untuk farid-iman


tak akan aku biarkan

kau mengejar bunga kapas

di padang lalang sendiri


tak akan aku biarkan

kau memandang bulan

di tepi tingkap harapan


tak akan aku biarkan

kau memerhati langsir

melayah ditiup semilir


tak akan aku biarkan

kau menghitung hari

sunyi yang kosong


13.02.08


Selasa, Februari 12, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
PERASAANNYA TENTANG PERASAANKU


sesungguhnya hanya kamu…
meski nun jauh di rimba belantara
perasaanku padamu tak terpisah jua

sesungguhnya hanya kamu…
diukur jika dalam samudera
perasaanku padamu sejati dasarnya

sesungguhnya hanya kamu…
sebanding langit di angkasa
perasaanku padamu tak terbatas taranya


sesungguhnya hanya kamu…
jika perlu dipertaruhkan dunia
perasaanku padamu takkan bisa terbelah dua

Isnin, Februari 11, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
PERASAANKU TENTANG PERASAANNYA

sesungguhnya demi tuhan semesta
dan matahari di puncak cahaya

tak pernah luntur perasaanku padamu

sesungguhnya demi tuhan raja segala manusia

dan bulan bulat tergantung di langit

tak pernah pupus perasaanku padamu

sesungguhnya demi tuhan maha pencipta

dan bintang berkerlip di timur jauh

tak pernah padam perasaanku padamu


sesungguhnya demi tuhan maha esa
dan maya terbentang luas cinta-Nya

tak pernah menduakan perasaanku padamu







Sebuah karya

Yusuf Fansuri

DENAI ANGIN

- untuk Abang Marsli N.O


jadilah denai angin

yang mendamai

resah tanah gundah

jadilah denai angin
yang membelai
kelikir di air

jadilah denai angin
yang mendingin
api di puncak nyala

jadilah denai angin
yang memberi
sejuta nyawa di udara





















Sebuah karya
Yusuf Fansuri

DEBAR INI TAK KAUDENGAR DEGUPNYA


rindu rasa sukar benar kuterjemah dengan kata-kata

jarak makin dewasa memisahkan usia jadi mengerti lebih

runtutan perasaan jelas bukan mainan mudah 'tuk cuba

mengacah setiap gerak dan geri laku cemburu

debar ini tak bisa kaudengar degup getarnya

dada ini telah kuselimuti lapisan tebal kapas

agar tidak ada siapa tahu isyarat rahsia hatiku

berbicara bukan penghubung terbaik waktu begini

kerana diam lebih bermakna dan tulen dalam memahami

Selasa, Januari 29, 2008

Sebuah karya
Yusuf Fansuri

CINTA HANI, ROKET SAINTIS & 7 HARI

i

ini cinta bukan biasa
ini cinta hani


ini cinta
membelah matahari


ini cinta
masuk ke dalam cahaya


ini cinta hani
ini cinta mati


ii

tak perlu jadi roket saintis
untuk jadi seorang romeo


iii

7 hari dikejar ngeri melepas seekor rubah agar bisa menyalak bulan di puncak!


Isnin, Januari 21, 2008


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

DI TANGANKU LUKA

Di tangan kiri
Luka aku lagi
Diguris taji

Di tangan kanan
Luka aku belum
Sembuh penuh

Bagaimana harus
Aku sentuh bisa
Ayu wajahmu?


Tatkala
Di tangan aku
Masih basah darah!

Rabu, Januari 02, 2008


Sebuah karya

Yusuf Fansuri

NAMAMU KHADIJA

- untuk farid-iman


Ketika aku tulis sajak ini

Sering teringat aku

Akan wajah kamu


Pesanmu dalam gurau sopan

Tegurmu dalam nada jujur

Santunmu dalam nilai timur


Kupanggil namamu... Khadija

Cinta hati penghulu nabi

Idaman mithali sejuta suri


Atas nama tuhan semesta

Segala doa kumohon sepenuh jiwa

Moga sejahtera selalu hidupmu


Ketika aku tulis sajak ini

Sering teringat aku

Akan kamu!

Ahad, Disember 30, 2007

sebuah karya
Yusuf Fansuri
MASA

* detik ke detik * adalah waktu* antara kita *tiap datang * pasti kembali* masa ke masa * sendiri seringkali* aku kamu dan dia*

Khamis, Disember 27, 2007


sebuah karya
Yusuf Fansuri

API 3 PAGI


i)
di hujung

malam banjir

hujan belum reda

ii)
dingin membeku

melekat di tingkap
cermin dini


iii)
nyala mata terbuka
saraf membelit ruang
saat insan lain dipanah lena


iv)
nafas-nafas kencang
mengepung lamunan

letih tak punya jarak antara

v)

O yusuf

di dadamu telah terbakar sejuta api
menarilah di linkungan cahaya sunti!



Rabu, Disember 05, 2007



Sebuah karya
Yusuf Fansuri

SEGALA YANG MUNGKIR


tinggalkan segala mungkir
usia makin renta
janji tak pernah usai

maut sentiasa
mencium waktu cinta

percaya kalbu
setiap kita ‘
kan pergi
hanya menunggu detik tiba...



sebuah karya
Yusuf Fansuri

MENDAM RINDU


dasar rindu
dalam
menjalar aku
jadi akar


dasar rindu
dalam
meneguk cuba
mata air jiwa


dasar rindu
dalam

mendam rasa

jadi yusuf tawanan cinta!

Selasa, November 20, 2007


Sebuah karya
Yusuf Fansuri
MENANGISLAH BUNGA
Untuk sobat Rosani Hiplee


setiap kali matahari
menembusi retak pagi
dan tangkai mula membelit
duri-duri pun menusuk
senyap ngilu

deru angin jadi belati
menghiris segala sari
dingin menitis
di celah-celah daun

O ketahuilah,
wangiku adalah pedihku
maduku adalah racunku

setiap kali kaupetik ingin
sekuntum untuk kekasih

aku luka menahan lara

demi sebuah bahagia!


Sebuah karya
Yusuf Fansuri
BLUEBERRY
Untuk sobat Tawfeksaed
Kupetik ingin
Buahmu
Untuk kutawar
Hati biru
Manis
Di lidah kelu
Saraf menggeliat
Mabuk nikmat
Nah!
Di tanganku
Cinta berwarna ungu
Tunduk aku malu!

Isnin, November 19, 2007


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
KACA LUKA
luka kaca
terbelah dua
cermin retak jiwa

Sabtu, November 17, 2007


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
CINTA TERATAI

Mekar putih
Segar di kolam hati
Getar riak air sesekali
Menggoyang daun menari-nari
Membalut cinta
Teguh akarnya!



Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

RAWA

malam ghairah
indah sungguh
!

cintaku tumpah
di sepanjang jalan
ke tamanmu

itu bintang gugur
dari tangkai bulan
dinihari

malam ghairah
sungguh indah
!

Jumaat, November 16, 2007


sebuah karya
Yusuf Fansuri
JADI LENYAP AIR


dalam dakap
hening malam

jadi renyai hujan
jadi lenyap
air

jatuh ke tasik
dalam
dalam

dalam
dalam
dalam

dalam
dalam





sebuah karya
Yusuf Fansuri
OMBAK BER(SE)LINDUNG


tika resahmu kausampaikan
melalui udara november rindu bersayap
dan menyelinap di celah-celah retak kenangan

cuba ber(se)lindung gerak hati
berpura mencari makna jawapan
pada soalan tak pernah ditanya

kaubercerita tentang saujana laut
hidup terlalu kerdil di pinggir
ibarat butir-butir pasir sunyi kaujadi

kataku - sering kita hilang haluan
terkhilaf mentafsir arah angin
tersilap membaca peta sukma

saat ini - aku terlalu dekat padamu
deras hempasan ombak dapat kurasa
meski hanya hujan membasah jendela!

Khamis, November 08, 2007


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
TAMAN PUJI-PUJIAN

di daerah aneh hadir aku

kagum memasung segenap deria
tidak terluah walau sepatah kata
penuh takjub mata terkasima rasa

aroma udara cukup asing baunya

tiada kicau burung tiada riuh unggas
hutannya masih membalut hijau
pohonnya masih menunjang langit

sepanjang jalan lembut rumputnya
tiada rama-rama berterbangan
di celah daun-daun berwarna
tiada kedengaran bunyi air
mengalir
langitnya tiada berawan
segala seperti membeku

cuma aku masih berjalan-jalan di sekitar taman
di bibirku basah puji-pujian
di hatiku karam tangisan

O Yusuf
mengapa harus memilih waktu?
tatkala cinta telah berpadu
bersatu di dalam dakapan rindu
usah membohongi debar sukmamu
sujudlah tanda kalah
kerana menang tidak punya makna
walau sehasta!

Isnin, November 05, 2007




















Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
TENTANG SUNYI


sunyi itu akrab
sunyi itu erat
sunyi itu dekat

sunyi bukan jauh
sunyi bukan musuh
sunyi bukan lumpuh

sunyi intim berjarak
sunyi mengukur rindu
sunyi saling memerlu

sunyi itu tunduk
sunyi itu rahsia
sunyi itu cinta

Rabu, Oktober 31, 2007


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
ELANG MALAM 2


cahaya bulan menyelinap
di tingkap malam retak


bahang waktu dingin

angin menjadi naim


ruang tepu terkunci

segala gerak hasrat


menatapmu tanpa jemu

tanpa lesu tanpa ragu


antara nipis awan perlahan

yusuf curi perhati wajahmu dewi


mengasah cuba busur-busur cinta

untuk yusuf panah cendera bernyawa!


Sebuah Karya
Yusuf Fansuri

MENYARUNG JUBAH UNDAN
- untuk sdr tawfeksaed dan sdr dahiri saini


O sahabatku
tatkala menyarung jubah ini
tiadalah ingin ‘tuk berbangga
sekadar pelindung dingin
panas dunia


di hadapan kolam-Nya
adalah yusuf seekor undan
belajar mentafsir kocak air
luasnya terlalu terbentang
dalamnya sukar kurenang


sesekali dikejutkan lontaran batu
mudah yusuf terpaku, seketika terhenti

cuba bertanya cuba memahami
asal usul segala jadi


menjerit suara sering terkunci
kerana kata-kata yusuf sukar ‘tuk difahami
sungguh yusuf mengerti, mengapa harus
memaksa cenderawasih berbahasa angsa?


O sahabatku
gita yusuf bukan nyanyian sufi

mahupun senandung jiwa rumi

cuma tiupan seruling rindu

untuk Sang Kekasih yang satu.