malam sudah sudah aku meranduk dingin bertemumu ingin
aku mengetuk pintu-pintu dinihari mengharapmu di situ
di tepi sumurmu air mata bergenang melihat aku tenang
aku memohon padamu
biarlah jadi daku
pilihan kekasihmu
Khamis, September 18, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri EDAN ORANG-ORANG PILIHAN
semerbak harum meresap ke saraf degup bernadi mencipta gita tubuh menari aku edan gizi dewi aku karam dalam lautan orang-orang pilihan persis hafiz dari parsi rumi jauhari masnawi
sebuah karya
Yusuf Fansuri MENGURAI DINIHARI
O Cinta bukalah hijabmu biar kutatap nyala rela terbakar aku
kusenandung puisi mengurai dinihari menunggumu O Dewi
ini darwis menangis acapkali ingin bertemu selalu demi malam rindu
hanya padamu tempat mengadu aku kaulah runtunan hati
mestika panahan jiwa
sebuah karya Yusuf Fansuri BERPAUT AKAR
wahai kasih tatkala berganjak hari sayang ini makin berpaut akar bertaut gagang hingga maut menjelang
Rabu, September 17, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri JIKA KAUTANYA
O Kasih ketahuilah olehmu kau t'lah melamar sukmaku
jika kautanya bagaimana tumbuhnya sayang ini?
segalanya adalah lambaian jiwa memikat pesona kalbu
segalanya panggilan cinta membisik ke halwa nubari
O kasih ketahuilah olehmu hanya kamu satu bertakhta di singgahsana rasa.
Selasa, September 16, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri SEBUTIR DEBU DI KALBU
O Puspa hadir aku di bawa desir
larat batin mengadapmu sepenuh raga
menyerah pada suratan asal ketentuan
sebutir aku debu dipinggir kalbumu merafak restu
O Puspa kucumbu waktu mengurai durja cinta.
sebuah karya Yusuf Fansuri KEMBALI MENGHITUNG JARI
termenung sendiri mendung awan di hujung kecintaan
menunggu t'lah lama kembalimu di sisiku hanya hasrat tertinggal
wajahmu kurindu setiap beradu malam kusebut selalu namamu
kini saat menghitung jari memujuk sepi kalbu bertemu tak semesti bersatu.
Isnin, September 15, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri PENYAKIT JIWA INI
kaudatang padaku membawa secangkir cinta lalu kuteguk seketika tenggelam dalam lautan obsesi
aku paus biru dari dasar sunyi menghempas diri seringkali rindukan sang kekasih yang jauh tapi nyata
kaudatang padaku membuka seribu hijab antara lamunan panjang kembali pada siasah azali mengerti makna buruj-buruj langit tinggi.
sebuah karya Yusuf Fansuri ILHAM AMANDA
tatkala luka kaulah mujarab ubatnya
tatkala edan kaulah penawar kasmaran
tatkala malam kaulah bintang di kejauhan
tatkala sunyi kaulah irama seruling hati
tatkala bahagia kaulah mawar sejuta wangi
sebuah karya Yusuf Fansuri RELA LEPASKAN SEGALANYA
aku pun meraut lara jadi busur-busur tajam & runcing
tak akan kurawat hati yang cedera biar mengering darah
rela lepaskan segalanya jika itu tulus pintamu tanpa syarat & wajaran
O Yusuf jangan ceritakan tentang apa kaurasa
kerana tiada mengerti derita tertanggung itu rahsia paling sulit
O Mawar kaulah sentuhan yang benar dalam hidupku pernah hadir
'kan kukenang setiap kemanisan & aku terus menari tarian cinta di bawah malam bulan rembang.
Ahad, September 14, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri K KENCANA
kilasmu penuh rahsia di sebalik kelikir batu licik di air tubuhmu sisik kencana menjerat pesona sang pencinta.
sebuah karya Yusuf Fansuri LALANG SEPANJANG JALAN
menghiris deru debu-debu merah berterbangan melayah tubuh lalang terbelah luka berdarah
sebuah karya Yusuf Fansuri KASIH KERTAS (Ilham Amanda)
malam melarut kurenung wajahmu malu tunduk
memilih kata hati-hati penuh menyusun makna
katamu lembut berlapis santun tersirat takrif
katamu lagi jiwa wanita bukan kertas sehelai sifatnya
tak meminta cuba dibaca 'tuk memahami hanya biarlah mengerti belaian menuntut kasih menurut berpaut sayang
cinta an-nisa' lebih pada tindak cuma milik yang hak.
Jumaat, September 12, 2008
Sebuah karya Yusuf fansuri A
bekas telapak kakimu masih basah lagi tika aku menyusur jejak-jejak kautinggalkan
kaulenyap dalam kabut aku terhanyut mencarimu di celah-celah daun embun
titis-titis hujan melekat di dingin badan pagi ini, aku tenggelam kaupulang tanpa pesan
masih di sini menunggu aku di hadapan istana mengharap kautiba sebelum waktu senja agar malamku takkan gelita
sebuah karya Yusuf Fansuri INI MALAM, MEDAN AIR MATA
kupetik merdu kecapi di bawah perdu pohon usia & kudendang senandung jiwa
menyambut hadirmu O Dewi ke taman seribu wangi abadi lalu kaubisik satu kalimah
malam pun jadi medan air mata suaramu bak tutur bidadari meluluh karat lara semesta mengubati gering nestapa
tinggalkan aku jangan pada saat amat aku memerlu sungguh hati tak pernah merela ini sunyi mula bernadi ini rindu mula bernyawa
sebuah karya Yusuf Fansuri M
jika benar tiada ruang 'tuk ini rasa bertakhta cukuplah satu titik di hatimu berdetik tanda pernah aku tiba di gerbang istana cintamu satu senja.
sebuah karya
Yusuf Fansuri SEKALI CUKUPLAH
kaumenari tarian nuri tika aku tunduk menyembah tanah, rebah
kautanya padaku merah apa di tangan darah apa di badan
sekali cukuplah peluru-peluru menembusi segenap sisi tubuhku
jika kaupinta ini lama sudah kujangka kematian hanya bisa memisah cinta!
Rabu, September 10, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri BIAR AKU MENCINTA MESKI SESAAT CUMA
O Kekasih datang aku ini tanpa hasrat menaruh harap
demi penyerahan memaksa tidak 'tuk menerima
dengan segala kekurangan& kekerdilan
kubawa padamu punya masa silam titik-titik hitam
dingin pagi dini tangisku sebak hati terkoyak
O Kekasih mengintai aku ruang biar aku mencinta meski sesaat cuma
sebuah karya Yusuf Fansuri DAUN-DAUN GUGUR
pabila teringat kamu memori persis daun-daun gugur di musim luruh,kuning & kering
kauguris setiap inci hati tatkala aku mencintamu seluruh jiwa & raga
kaudusta isi nurani mencipta pura dalam hidup seorang hawa tiapkali ranting-ranting jatuh menimpa tubuh laksana busur-busur menujah
di bawah bayang pohon gersang tunduk aku mengadap awan berlari kaubunuh cintaku berulangkali!
sebuah karya Yusuf Fansuri JIKA
jika jarak jadi pemisah antara kita jauh adalah musuh paling abadi
jika masa jadi penentu antara kita bisa berburu aku mengejar waktu
jika takdir jadi pengukur antara kita biar aku lebur dalam hablur cinta!
Isnin, September 08, 2008
sebuah karya Yusuf Fansuri KAUSEMBUNYI WAJAHMU DI CELAH-CELAH JARI
seringkali ingin aku menatap raut parasmu O Sayang... terasa indah
namun jua tak bisa aku merenung lama kausembunyi wajahmu di celah-celah jari