Selasa, September 23, 2008



sebuah karya

Yusuf Fansuri
SIMPANKAN CIUMAN KE-8
(sebelum kaupergi...)


duhai kekasih

simpankan ciumanku
ke lapan
biarlah
jadi
sebutir berlian

untuk kucupan
ke sembilan biarlah
jadi
rahsia suratan antara
berdua kita
& tuhan semesta...



sebuah karya

Yusuf Fansuri

HARI-HARI YANG LIAR


hari-hari

yang liar

membelit
aku
bagai ular


cinta

aku telah

hilang bisa

di celah-celah

akar hiba


hari-hari
yang liar
memasung aku
bagai naga

tubuh kosong
menunggu maut
menjemput


sebuah karya

Yusuf Fansuri

TAK BERSENTUH


cahaya matahari

tak bersentuh

cahaya bulan


jingga senja

tak bersentuh

hitam malam


sebuah karya
Yusuf Fansuri
HARI AKU TUNGGU TAK TIBA


aku berjalan

di tamanmu

lantas berhenti

di perdu pohon redup

hadirmu aku menunggu


tanpa sadar

terselit di rumput lembut

seekor desis
terus mematuk
racun menjalar segera di tumitku

aku melihat hanya

tanpa mampu berkata

kini telah sampai detiknya

hari aku tunggu tak tiba...

Isnin, September 22, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
PECAH, TERPUKUL & BERPARUT


i
kaca-kaca
bersayap
runcing
menghiris
selaput angin

ii
terpukul
tubuhnya
tersungkur
di kaki takdir

iii
parut dadanya
tumbuh bunga

mawar hitam


sebuah karya
Yusuf Fansuri

EPAL


sebiji

epal

terbelah

dua

berdarah

nila

tembus
bisa
peluru

Ahad, September 21, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

NE ME QUITTE PAS
*

bunyi hujan

menyihir rasa
wajahmu di mata

daun-daun basah
bergetar perlahan
dingin
mengigil

mendung awan

menyelimut sunyi

sepi pun kelabu


jika kaupergi

tiada apa lagi

tertinggal padaku


hari-hari berlalu

mengejar
aku bayangmu
di setiap liku & sisi waktu


(kau pergi, jangan...)

* Tajuk lagu
Jacques Brel

sebuah karya
Yusuf Fansuri

INI MALAM PANJANG


malam minggu

tertikam aku

jantung sendiri


darah jadi bah

sampai tumit kaki

tubuh tak berarti


takdir suratan

bertakhta akhirnya

di singgahsana durja


meski cinta berapi

terpadam jua bisa

bahana salju melanda


hati jadi biru

terputus saraf urat

nyawa segala rasa


duduk pari-pari

mengerti cedera

memeluk sagi luka.

Jumaat, September 19, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

PINTU-PINTU DINIHARI


aku datang ini

mengalas

rendah hati


malam sudah sudah

aku meranduk dingin

bertemumu ingin


aku mengetuk

pintu-pintu dinihari

mengharapmu di situ


di tepi sumurmu

air mata bergenang

melihat aku tenang


aku memohon padamu
biarlah jadi daku
pilihan kekasihmu

Khamis, September 18, 2008



sebuah karya

Yusuf Fansuri

EDAN ORANG-ORANG PILIHAN


semerbak harum

meresap ke saraf

degup bernadi

mencipta gita

tubuh menari

aku edan

gizi dewi

aku karam

dalam lautan

orang-orang pilihan

persis hafiz dari parsi

rumi jauhari masnawi


sebuah karya
Yusuf Fansuri
MENGURAI DINIHARI


O Cinta

bukalah hijabmu

biar kutatap nyala

rela terbakar aku


kusenandung puisi

mengurai dinihari

menunggumu

O Dewi


ini darwis

menangis acapkali

ingin bertemu selalu

demi malam rindu


hanya padamu

tempat mengadu aku

kaulah runtunan hati

mestika panahan jiwa

sebuah karya
Yusuf Fansuri

BERPAUT AKAR


wahai kasih

tatkala berganjak hari

sayang ini makin

berpaut akar

bertaut gagang

hingga maut

menjelang

Rabu, September 17, 2008




sebuah karya

Yusuf Fansuri

JIKA KAUTANYA

O Kasih

ketahuilah olehmu
kau t'lah melamar
sukmaku

jika kautanya

bagaimana tumbuhnya
sayang ini
?

segalanya
adalah lambaian jiwa

memikat pesona kalbu

segalanya
panggilan cinta

membisik ke halwa nubari

O kasih
ketahuilah olehmu

hanya kamu satu

bertakhta di singgahsana rasa.

Selasa, September 16, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

SEBUTIR DEBU DI KALBU


O Puspa

hadir aku

di bawa desir


larat batin

mengadapmu

sepenuh raga


menyerah

pada suratan

asal ketentuan


sebutir aku debu

dipinggir kalbumu

merafak restu


O Puspa

kucumbu waktu

mengurai durja cinta.


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KEMBALI MENGHITUNG JARI


termenung sendiri

mendung awan

di hujung kecintaan


menunggu t'lah lama

kembalimu di sisiku

hanya hasrat tertinggal


wajahmu kurindu

setiap beradu malam

kusebut selalu namamu


kini saat menghitung jari

memujuk sepi kalbu

bertemu tak semesti bersatu.

Isnin, September 15, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

PENYAKIT JIWA INI


kaudatang padaku

membawa secangkir cinta

lalu kuteguk
seketika
tenggelam dalam

lautan obsesi


aku paus biru

dari dasar sunyi

menghempas diri seringkali

rindukan sang kekasih

yang jauh tapi nyata


kaudatang padaku

membuka seribu hijab

antara lamunan panjang

kembali pada siasah azali

mengerti makna buruj-buruj

langit tinggi.



sebuah karya

Yusuf Fansuri

ILHAM AMANDA


tatkala luka

kaulah mujarab ubatnya


tatkala edan

kaulah penawar kasmaran


tatkala malam

kaulah bintang di kejauhan


tatkala sunyi

kaulah irama seruling hati


tatkala bahagia
kaulah mawar sejuta wangi


sebuah karya
Yusuf Fansuri

RELA LEPASKAN SEGALANYA


aku pun meraut lara

jadi busur-busur

tajam & runcing


tak akan kurawat

hati yang cedera
biar mengering darah


rela lepaskan segalanya

jika itu tulus pintamu
tanpa syarat & wajaran


O Yusuf

jangan ceritakan
tentang apa kaurasa

kerana tiada mengerti
derita tertanggung

itu rahsia paling sulit


O Mawar
kaulah sentuhan yang benar
dalam hidupku pernah hadir


'kan kukenang setiap kemanisan
& aku terus menari tarian cinta
di bawah malam bulan rembang.

Ahad, September 14, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

K KENCANA


kilasmu

penuh rahsia

di sebalik

kelikir batu

licik di air

tubuhmu

sisik kencana

menjerat pesona

sang pencinta.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
LALANG SEPANJANG JALAN


menghiris deru
debu-debu merah
berterbangan
melayah
tubuh lalang
terbelah luka
berdarah


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KASIH KERTAS

(Ilham Amanda)


malam melarut
kurenung wajahmu

malu tunduk


memilih kata
hati-hati penuh

menyusun makna

katamu lembut
berlapis santun
tersirat takrif

katamu lagi
jiwa wanita bukan

kertas sehelai sifatnya

tak meminta cuba
dibaca 'tuk memahami
hanya biarlah mengerti

belaian menuntut
kasih menurut

berpaut sayang

cinta an-nisa'
lebih pada tindak

cuma milik yang hak.

Jumaat, September 12, 2008



Sebuah karya
Yusuf fansuri
A

bekas telapak kakimu

masih basah lagi

tika aku menyusur

jejak-jejak kautinggalkan


kaulenyap dalam kabut

aku terhanyut mencarimu

di celah-celah daun embun


titis-titis hujan

melekat di dingin badan

pagi ini, aku tenggelam

kaupulang tanpa pesan


masih di sini menunggu aku

di hadapan istana mengharap

kautiba sebelum waktu senja

agar malamku takkan gelita



sebuah karya
Yusuf Fansuri
INI MALAM, MEDAN AIR MATA

kupetik merdu kecapi
di bawah perdu pohon usia
& kudendang senandung jiwa

menyambut hadirmu O Dewi
ke taman seribu wangi abadi
lalu kaubisik satu kalimah


malam pun jadi medan air mata
suaramu bak tutur bidadari
meluluh karat lara semesta
mengubati gering nestapa


tinggalkan aku jangan
pada saat amat aku memerlu
sungguh hati tak pernah merela
ini sunyi mula bernadi
ini rindu mula bernyawa


sebuah karya
Yusuf Fansuri
M


jika benar
tiada ruang
'tuk ini rasa
bertakhta
cukuplah
satu titik
di hatimu
berdetik
tanda
pernah aku
tiba di gerbang
istana cintamu
satu senja.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEKALI CUKUPLAH


kaumenari tarian nuri

tika aku tunduk

menyembah tanah, rebah


kautanya padaku

merah apa di tangan

darah apa di badan


sekali cukuplah

peluru-peluru menembusi

segenap sisi tubuhku


jika kaupinta ini

lama sudah kujangka

kematian hanya bisa memisah cinta!

Rabu, September 10, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BIAR AKU MENCINTA MESKI SESAAT CUMA

O Kekasih

datang aku ini

tanpa hasrat

menaruh harap


demi penyerahan

memaksa tidak

'tuk menerima


dengan segala

kekurangan
&
kekerdilan


kubawa padamu

punya masa silam

titik-titik hitam


dingin pagi dini

tangisku sebak

hati terkoyak


O Kekasih

mengintai aku ruang

biar aku mencinta

meski sesaat cuma


sebuah karya
Yusuf Fansuri
DAUN-DAUN GUGUR



pabila teringat kamu

memori persis
daun-daun gugur
di musim luruh, kuning & kering

kauguris setiap inci hati

tatkala aku mencintamu

seluruh jiwa & raga


kaudusta isi nurani

mencipta pura dalam
hidup seorang hawa

tiapkali ranting-ranting

jatuh menimpa tubuh
laksana busur-busur menujah

di bawah bayang pohon gersang
tunduk aku mengadap awan berlari

kaubunuh cintaku berulangkali!


sebuah karya
Yusuf Fansuri

JIKA


jika jarak

jadi pemisah

antara kita

jauh

adalah musuh

paling abadi


jika masa

jadi penentu

antara kita

bisa

berburu aku

mengejar waktu


jika takdir

jadi pengukur

antara kita

biar

aku lebur

dalam hablur cinta!

Isnin, September 08, 2008



sebuah karya
Yusuf Fansuri

KAUSEMBUNYI WAJAHMU DI CELAH-CELAH JARI


seringkali ingin aku

menatap raut parasmu

O Sayang... terasa indah


namun jua

tak bisa aku merenung lama

kausembunyi wajahmu

di celah-celah jari


sinar tulus matamu

menggetar degup nubari

mengejar mimpi


sekilas senyumanmu

mencair kebekuan hati

memelukmu ingin aku

takkan kulepaskan lagi!

Jumaat, September 05, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

TANAH DI BAWAH KAKIMU


andai aku bisa pergi & takkan kembali

tanpa ucapan selamat tinggal padamu

usahlah merajut sedih dengan benang pedih


bagi aku tiada kata bernama perpisahan

setiap titik mula adalah pertemuan

setiap detik temu adalah permulaan


O sayangku simpanlah kenangan seadanya

putarlah piring ingatan bila & jika perlu

percayalah memori tak semudah itu padam


paling tidak jika rindu merusuh masih

ciumlah segenggam tanah di bawah kakimu

nescaya kau 'kan ingat bau tubuhku.