Rabu, Mac 04, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KUKIRIM PADAMU RAMA-RAMA


O Kekasih

kukirim padamu

rama-rama
ungu
satu petang

bawalah padaku

jika masih sempat

ketemu waktu

agar harimu

tidak biru.


Khamis, Februari 26, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

SENYAP


ketika

kau memilih

senyap

akulah elang

menjahit malam


menunggu

sering aku

rindu akan

suaramu


dingin

jarum tajam

membenam

dalam


di ujung dahan

aku bertahan

dan dinihari

pun berlalu...

Rabu, Februari 25, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri
TAK TERLALU JAUH

antara kita
ada pemisah
garis tak bisa
terlihat indera
namun segala
tak terlalu jauh

menghirup
aku udaramu
melihat
aku mataharimu
merenung
aku bulanmu

sering dekat
tak bersentuh
sering rindu
ingin menyatu
di sisimu
sering menunggu
sampai ke hujung
nyawa

Selasa, Februari 24, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

DINDING


O Kekasih
biar aku

jadi angin
agar bisa
mengelus

dinding hatimu

'kan aku usap

debu-debu

yang hinggap

di mahkota
jiwamu

O Sayang

Isnin, Februari 16, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri
BAHASA DEBAR

adakalanya
aku terlalu kerdil
merungkai makna

bahasa debarmu

jadi aku kelu
tiapkali kusebut namamu
terserlah segala keindahan
hanyut aku dalam keabadian

isyarat jiwa ini
membawa aku hilang hala
rasa yang payah kuterjemah
dalam untaian kata-kata

O kekasih
kaulah Sang Cahaya
jalur rahsia tersembunyi
di taman kebenaran
shirazi dan rumi

Sabtu, Februari 14, 2009



sebuah karya

Yusuf Fansuri

SORGA BERDUA

benar

ini hidup
'kan berpisah


hayat tidak panjang

hanya kenangan bersayap
singgah di kasur masa

katamu; hanya mati

pemutus segala tali

tahu aku

kerana degup nadiku

milikmu
hanya

meski jasad terpisah liang

ini kasih tak pernah terbelah

ini cinta tak seinci berubah


akan terus aku menunggu
di kaki tangga-tangga ke sorga
selamanya bisa kita berdua.

Jumaat, Februari 13, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri
DATANG KALI INI AKU


O Kekasih
Datang kali ini aku

Di hadapanmu

Jemu tak pernah


Sungguh

Aku memuji

Sepenuh hati


Bukan menduga
Bukan menguji
Bukan memaksa

Sungguh
Aku memuja

Sepenuh jiwa


Bersama
mu
Lupa aku dunia

Keranamu ada


Aku simpan diam

Kerana dendam rindu

Adalah permata

Isnin, Februari 09, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

DI MATAMU KEBENARAN


O Kekasih

tak perlu sering curiga

tak mampu berdusta aku


di matamu
kebenaran menyala
menyuluh gelita jiwa


dan jika sesat aku pun

kerana aku mabuk edan

menari ghazal kasmaran


O Kekasih

kasih sayangmu mengalir
menyatu zarah-zarah di tubuhku

Khamis, Februari 05, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri
INI JIWA... SELAMATKAN

ketika cahayamu
membelah dada
aku luka berdarah
cinta

ini jiwa... selamatkan
telah kupertaruh
segenap nyawa
demi ingin berdua

O Kekasih
bersaksi aku
mentari di tangan
mencair warna bulan

biarkan jangan
detik ini bisa berakhir
kerana alam telah
kusihir membeku & kaku

Selasa, Januari 13, 2009

sebuah karya
Yusuf Fansuri

SANG PENYEBAR WANGI



setitis harum tumpah

ke tubuhku
dari pialamu
jadikan aku edan wangi

ingin segera
kutanggalkan jubah rubah
& menyanyi lagu rumi
sukar kuterjemah ini rasa

O Kekasih
cintamu ibarat madu
aku dahaga di kala rindu
!


Jumaat, Januari 09, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BAWA AKU HILANG


menahan tak

aku termampu

perlu untukmu

beredar kerana

ini taman

bukan abadi


tanya hasrat

segalanya berat

nampak amat

mudah tapi payah


menyayangi sedaya aku

melepasmu ragu aku

cinta pergi jarang kembali


duniamu duniaku

alam penuh berbeda

bawa aku hilang
bersama
jika harus kaupergi


Rabu, Januari 07, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

HANYA BISA DIAM


t'lah agak lama

tidak kita bersama

ini rasa rindu

kupendam terpaksa

namun hari ini

kau hinggap di tanganku

aku hanya bisa diam

rasa tak mahu

kau terbang

dan menghilang lagi.


sebuah karya
Yusuf Fansuri
JIKA KAUDATANG INI MALAM


i

jika kaudatang

ini malam

'kan kubiarkan

mata tetap

tertutup rapat

dan ini mimpi

takkan berakhir


ii

jika kaudatang

ini malam

rela aku jadi buta

agar bisa aku

melihat nur cinta

dalam gelap makna


iii

jika kaudatang

ini malam

tak sanggup aku

menunggu siang

menjelang

Isnin, Januari 05, 2009


sebuah karya
Yusuf Fansuri

MEREPUT POHON


kasihku

sayangku

cintaku

padamu

hingga

mereput pohon

menyatu

di dalam

waktu


sebuah karya
Yusuf Fansuri

RUANG RINDU


menatap

wajahmu

dalam

samar

cemburu


aku

mencabut

duri-duri

dalam

ruang

rindu


sebuah karya
Yusuf Fansuri

NAFAS

O kasih

nafasku

separuh
padamu

jika

tak kauhela
aku hilang
nyawa

O sayang

nafasku

nafasmu

roh bersatu


Sebuah karya
Yusuf Fansuri
URAT DAUN

Ini puisi aku tulis
atas sehelai daun
pada waktu
aku sedang
amat rindu.

Lantas
aku biar
ia terbang
digilis angin.

Jika bisa
kautemui
itu daun lagi
simpanlah cermat
di dadamu
kerana
cintaku
telah jadi
urat segala hasrat.
sebuah karya
Yusuf Fansuri
CERITA TENTANG DINGIN

malam satu
tergantung sunyi
seorang aku

salak rubah
dalam jasad
jauh & sayu

sang kekasih
di depanmu
aku terpencil

hangat dada
dibakar cinta
dingin tertanggal

nah!
milik aku
milik kamu
kamu milik aku

Selasa, Disember 30, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

KUNCI KOTAK CHINTA


tidak aku berdusta
tidak aku lari

ingin aku memilih
ingin aku memiliki

kunci kotak chinta

bukan aku punya


rahsia hanya padamu
kod aksara rasa


dan aku hidup

dalam hidup aku

Selasa, Disember 23, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

TETES


nyanyian

tetes hujan

membawa aku

jauh terhanyut


awan kelam

sepi jadi hitam

dingin jadi tajam

aku rindu
sayup bisikan

sayu suaramu
.

sebuah karya
Yusuf Fansuri

KEKASIH YANG BENAR


tiada lain

kuimpikan ingin

hanya padamu jua

mengadu perlu

segala terbuku

dalam naluri

segala terkunci

dalam nubari

kerana

aku tahu

hanya kamu

kekasih yang benar
.

Khamis, Disember 18, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

TAK AKU BERDAYA


O Kekasih

bertahan debar

menyimpan dendam

rindu merenggut nyawa


O Kekasih

seksa meracun rasa

tiada lain kupuja sering

kaulah dewi maharani


O Kekasih

ini cinta tak kalis duga

sepi menangis sunyi menghiris

sungguh tak aku berdaya

Jumaat, Disember 05, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri
TARIAN SUNYI

O Juwita
yang aku takuti
bertakhta akhirnya

O Juwita
Lukanya dalam
Kepalang pedih

O Juwita
Biar aku raikan sepi
Menari tarian sunyi

Jumaat, November 28, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

WANGI


kaulah kuntum wangi

dari sulur rusuk kiri


sendiri

tak berarti

tanpamu

rela lebih aku mati

dari terus diburu sepi

Khamis, November 20, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BIAR AKU SIMPAN INI SYAHDU


O Kekasih

biar aku simpan ini syahdu

rahsia rasa usahlah kamu cuba bertanya

tiap berdetik nyata ada tertinggal sisa


O Kekasih

jika kamu ingin tahu jua

pasti kamu akan banjir air mata

tak sanggup aku melihat kau karam

di lautan luas tak terjangka


O Kekasih

biar aku menyelinap ke dalam hening

merajut hati dengan benang khali

lumrah luka pasti ada yang cedera

Selasa, November 18, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

BULAN & MATAHARI

untuk farid-iman


i

telah kuhadiah

bulan gibran padamu

menyuluh gelap malam

jalan-jalan manusiawi

mencari kebermaknaan

hidup sementara


ii

kini kupersembah

matahari rumi padamu

menerangi siang semesta

panduan insan agung

mencintai Sang Kekasih ulung


5 Juni 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

RAPUH


kasur kenangan

ditinggalkan jangan

mereput rapuh


biar matahari

menyinar & menyuluh

kasih tumbuh

Selasa, November 11, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

PADAMU JUA


padamu jua

ini cinta

persis membelah

selaput angkasa


padamu jua

ini cinta

persis memanjat

tangga-tangga sorga


padamu jua

ini cinta

persis memikat nuri

di puncak nyala


padamu jua

ini cinta

segalanya kuserah

pertaruh hayat nyawa

Selasa, November 04, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

DALAM KEHADIRAN MAYA


O Maya Dewi

hadirmu

bagai ular

menyusur rasa

menyimpan desis

rahsia bisa hawa

aku juga Adam

mencari masih

ubat penawar

rawan jiwa.

Isnin, November 03, 2008


sebuah karya
Yusuf Fansuri

TENTANG MATAHARI


Maya Dewi

kaulah matahari

mengering hatiku

kala kebasahan


Maya Dewi

kaulah matahari

menghangat rinduku

kala kedinginan


Maya Dewi

kaulah matahari

yang tak 'kan padam
meski
mataku terpejam