tika suling Rumi mendayu puja lagu penyerahan akulah kelip-kelip di langit ketagih cahaya mabuk ibarat sang pembawa tamar
cinta ini terlalu asyik rindu ini terlalu sulit
Isnin, November 02, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri DETIK-DETIK PENYERAHAN
tiada pertalian antara nafas dan nyawa
telah aku putuskan tiap benangsari hayat
hanya aku di hadapanmu di hadapanmu
pesan pada izrail maut telah bersenyawa dalam tubuh cinta
detik-detik penyerahan tidak aku punya apa-apa cuma aku sehelai roh hanya
Khamis, Oktober 29, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri DAKAP
aku mengeletar tatakala cahaya mendakap tubuhini
air mata bercucuran aku basah dalam tangisan
malam terbakar cinta ini bahangnya hangat makin!
Rabu, Oktober 21, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri SEHARUSNYA BAGAIMANA?
ketika rumi menari di atas lantai jiwa danattar pula bermain burung-burung di taman kerdil akudi sisi iqbal membaca rahsia diri membuka lirik-lirik shirazi menghiris urat nadi
O Cinta seharusnya bagaimana bait-bait ini puisi bisa sampai ke takhta raja segala wali?
Isnin, Oktober 05, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri CEMBURUKAN MATAHARI
harus bagaimana ingin aku leburkan kencana cintamu?
bukan aku ibrahim sang nabi bisa tundukkan api
sungguh aku cemburukan matahari O Kekasih!
Khamis, September 10, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri ADA DI SANA, SESUATU
ada di sana, sesuatu setelah kau tiada masih punya nafas-nafas
ada di sana, sesuatu setelah kau hilang masih punya degup nyawa
ada di sana, sesuatu tak akan bisa mati selagi masih punya darah & nadi!
Rabu, Julai 29, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri BERPALING TIDAK
O Malam telah lama menunggu aku
tak rela berpisah jua ini rindu makin lara
di depanmu berpaling tidak walau sekilas
dusta lidahku jika mendua segala kasihmu
O Malam biarkan aku melamar cahaya
Selasa, Julai 07, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri GELUNG CAHAYA
aku terpaku tika sinar mula melingkar
sulur nur membalut tubuh mengunci kata-kata
dalam gelung cahaya nafasku terhenti
aku fakir bertasbih namamu di puncak api
Isnin, Jun 15, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri BERNAFAS TANPA UDARA
ketika diam membeku segala sunyi makna tanpamu
O Kekasih bernafas aku tanpa udara kau tiada
waktu mengejar hari seperti tiada ujung jauh dan sayup kabur panjang
Khamis, Mei 28, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri MENJARAK
menjarak aku tiada maksud untuk menjauh menjarak aku setiap waktu keliru sering
menjarak aku mengajar lebih tentang hadir
menjarak aku ingin kerana dekat padamu
Jumaat, Mei 22, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri HARUS BAGAIMANA AKU
O Kekasih kukirim doa-doa bersayap agar bisa hinggap di dahanmu membawa berita betapa aku sangat rindu padamu
harus bagaimana aku seekor undan berenang di tasik sunyi sesekali riak menggetar lamun
langit terbuka mengerti makna hati aku yang biru meski digitari teratai-teratai merah merekah
O Kekasih aku mengerti makna sepi dinginnya mula tumbuh jadi salju-salju membeku bayang-bayang menyindir diam aku terpaku.
Rabu, Mei 13, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri TAK PERNAH REDA
jaring-jaring sunyi telah kutenun jadi sutera
luka-luka sepi telah kutawar bisa pedihnya
O Kekasih ini rasa tak pernah reda mencintaimu setiap hela...
Jumaat, Mei 08, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri TERUJUD
berdua saling terujud dalam degup dalam saraf dalam nafas
sebuah karya Yusuf Fansuri SEJALUR CAHAYA
O Kekasih cukup sudah ini gelita
meski tahu aku sering kau ada di sisi selalu
namun biarkan jangan terus aku merayu
O Kekasih kurnia padaku sejalur cahaya
Selasa, April 28, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri BIARKAN AKU TERBANG SENDIRIAN
embun dini membilas sayap-sayapku
tubuh sesekali mengeletar disentuh angin malam
di puncak pohon memerhati daun-daun jatuh jauh dari tangkai
ranting 'kan patah jua tatkala terpijak tak sengaja atau sudah sampai usianya
O Kekasih biarkan aku terbang sendirian
seorang lebih diam dekat lebih padamu akrab lebih mencintaimu.
Isnin, April 27, 2009
sebuah karya
Yusuf Fansuri TIKA HUJAN MENCURAH
telah kaupergi
tika hujan mencurah
bagai debu-debu
tanah
bekas kakimu
masih basah
di depan pintu
telah aku mengerti
tika hujan mencurah
sejuk menakluk takhta!
Jumaat, April 24, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri MENGERTILAH AKU
berteduh di bawah perdumu aku disapa angin gugur daun-daun dari tangkai rimbun mengertilah aku tiba sudah detik berpisah harus menjarak kerana rindu dekat tak merapat jauh jua pengukur percaya menawan cinta tak semudah menyala lilin di malam dingin
Khamis, April 23, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri TIKA INGIN MEMASUKI PINTUMU
tika ingin memasuki pintumu degup hati terhenti kaki tergari langkah mampu hanya memejam mata
O Kekasih apa bisa kauterima kepulangan daku
entah kali ke berapa ?
tiada apa kubawa sekadar gebar putih membalut ini tubuh
tiada apa kutawar dunia telah kujual tinggal cinta di dada cuma.
Rabu, April 15, 2009
sebuah karya
Yusuf Fansuri
KEINGINAN RASA
O Kekasih
jika kautanya
soalan tak mampu
untuk aku jawap
bukan berdusta cuba
biarlah keinginan rasa
kusimpan sulit rahsia
jawapan jarangkali
membuka setiap kunci
diam lebih memberi
tersembunyi harap
sebuah karya Yusuf Fansuri KEMBANG DARWIS
nyanyi puji puisi menari di lantai jiwa
hari dini kembang darwis mekar kelopak
milikmu aku
aku milikmu
berdua
Isnin, April 13, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri WAKTU 5
setelah kaupulang tiada yang tertinggal
di tebing rasa memilih aku sendirian
memerhati embun pagi kering perlahan-lahan di ujung daun
sering aku menaruh harap kau 'kan kembali menjelang matahari tinggi
paling tidak ketika bahang hangat mula reda cahaya jatuh menjadi bayang panjang
atau kau bisa hadir pada masa senja menyarung jubah dan aku terus terusan menyimpan resah
namun kautak tiba juga waktu malam menatang bintang dan aku mula memasang sayap-sayap 'tuk terbang
O Kekasih biar dinihari aku pula akan pergi kerana penantian membuat aku mati!
Selasa, April 07, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri BERPISAH MATI
dini pagi kita menari rentak rumi menyanyi lagu shirazi
subuh saling kita memaling muka hiba berlinang air mata
O Kekasih jika perkasihan telah tertulis di daun azali pegangan ini berpisah mati.
Isnin, April 06, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri SEPARA BULAN
separa bulan tergantung di hitam langit
cahaya jatuh di telapak tangan kugenggam erat
ketika kata mengalir titis menangis aku
nun jauh suara elang malam panjang dan dalam
tanpamu tak punya apa-apa aku!
Selasa, Mac 17, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri TANGKAI
O kekasih fitrah pohon nisbahnya mudah tatkala akarnya reput dimamah tanah pasti daun-daun 'kan gugur dari tangkainya.
Isnin, Mac 16, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri DAHAN
kulipat selimut dingin kusimpan di kasur dinihari
mengadapmu aku dengan cucuran air mata menyusun kata-kata jadi sebuah nyanyian
kulepaskan camar-camar doa dari sangkar dada agar bisa hinggap di dahan tamanmu
sebuah karya Yusuf Fansuri PADAM
Ketika bulan padam mata turut terpejam dapat kulihat kau menguntum senyum
tak mahu aku 'tuk membuka mata ingin aku biar kau terus di situ
ini gelap kaulah kerlipnya berlindung di balik awan kaulah setitik cahaya berkerdip selepas senja
Khamis, Mac 12, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri SULUR
tiba-tiba sulur tumbuh di ujung jemari tika kusebut namamu dalam pejam dalam perlahan
malam membeku dingin sukar tertanggal dari dinding tubuh
menyerah aku tatkala dibalut akar cintamu cintaku liar menjalar
tiba-tiba debunga menyalin rupa menjadi ranum anggur aku mendam tenggelam di larut laut dinihari
O Kekasih (jangan pergi!)
Selasa, Mac 10, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri KEPADA YANG TAK MENGERTI
O Kekasih aku menali rindu hampir padamu
bahasa cinta sukar 'tuk dimengerti maksudnya berlapik makna
memilih yusuf melalui ini jalan atas pilihan
tak aku mengejar limpahan harta dunia jubahku hanya bulu cuma
sederhana pakaianku kerendahan jiwa sukmaku keredaanmu mahkotaku
O Kekasih jika kaupergi jauh akulah sering menunggu!
Jumaat, Mac 06, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri DI MANA HARUS AKU MULA...
setiapkali di depanmu jadi aku tak berkata
kebenaran mudah membakar
saat marak menyala cinta aku menari di puncak api
O Kekasih di mana harus aku mula?
ketika begitu hampir namun tak bisa tersentuh jua...
Rabu, Mac 04, 2009
sebuah karya Yusuf Fansuri KUKIRIM PADAMU RAMA-RAMA
O Kekasih kukirim padamu rama-rama ungu satu petang bawalah padaku jika masih sempat ketemu waktu agar harimu tidak biru.