sebuah karya
Yusuf Fansuri
KERANA WANGINYA PUSPA
aku hadir tatkala
matahari takdir
melabuhkan
hijab senja
perjalanan jauh
usia merentas
impi mengalas
diuji seringkali
nah! ditamanmu
aku singgah sebentar
menumpang pasrah
sesekali disergah
kumbang kenangan
aku kembali
ke lamanmu kali ini
kerana wanginya puspa
harum yang membunuh
setiap sang pencinta
diribaanmu aku
memilih untuk terus percaya
rasa kasih tak pernah berdalih
jika soal setia jadi timbang tara!
sebuah karya
Yusuf Fansuri
TUBUH-TUBUH BERCINTA
(i) bulan
Memanah Bulan biru
Nun jauhAgar jatuh Ke erat dakap ! (ii) busur
Tancap busurmuMembenamDALAMRasa.Ini tubuhMenggeletar di segenapsaraf.Jiwa kulebur! Olehmu! (iii) tulus
MenCINTAimu Adalah tulus MemilikimuAdalah hasrat MemelukmuAdalah jiwa (iv) luluh
Ayu sinar matamuMenerjah dadaTerbakar rindu Manis senyummuMengusik hatiTerpaku lidah Lembut tuturmuMenusuk jiwaLuluh CINTAku! (v) matahatiku
Kamu! Adalah matahatikuSaat cermin CINTA mula kaburDi antara pudar sepi yang berbekasCuriga rasa yang panjangPada segala kejadian Sang perempuan. (vi) sesuatu Sesuatu yang tak terucapBukan dusta kata Sesuatu yang tak terluahBukan dendam lama Sesuatu yang tak terungkapBukan cuba berpura Sesuatu adalahRahsia kehilangan Kata-kata sang penCINTA. (vii) penawar
Bisa racun CINTAmuPenawar pedih 1,000,000Luka berahiku! (viii) setelah itu Setelah ituAku tak pernah melafazJanji Setelah ituAku tak pernah melafazDustaSetelah ituAku tak pernah melafazSumpah Setelah ituAkuLemas di laut CINTA! (viiii) hanya kamu
Hanya kamuKamu hanyaDan Hanya kamuKamu hanyaKamuSelamanya aku CINTA ! (ix) sebuah cinta
ini puisi‘tuk sebuahnama ini puisi‘tuk sebuahkasih ini puisi‘tuk sebuahsayang ini puisi‘tuk sebuahCINTA ini puisi‘tuk sebuahabadi!
Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
INGIN SEDANG
membasuh
sayapku
patah berdarah
setelah meredah
resah angin
merah gelisah
mengalir ke
dasar tasik
nubari
dingin air bening
bukan penawar
mujarab ubat
lara luka
O kekasih
demi kasih ini
hati tak pernah
terbelah dua
meski acapkali
dipanah kecewa
seringkali rasa
ingin sedang
bercinta!
Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
DI PUNCAK NYALA
tahu aku
hangatnya api
bermain aku
panasnya bara
rentung aku
sayapnya cinta
terbakar aku
dijilat nyala!
Sebuah KaryaYusuf FansuriINGAT AKU TAHUmudahnya akumenerima tanpasegala soal apatiapkali menjelmaingat aku tahutentang jagat duniatentang gelagatmanusiasukarnya akumenerima bahawaaku sebenarnyatidak tahu apa-apa!
Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
PERLUKAH KAU MENUNGGU BEGITU LAMA?
saat kupu-kupu kembali
tak pernah bertanya aku
entah berapa lama jarak
persinggahan ingin
segala curiga aku tawar bisa
segala sangsi aku patahkan taji
hadirmu aku sambut dengan santap madu
meski tiapkali kauminggir tinggalkan cebis debu
saat kupu-kupu pergi
aku tak pernah bertanya
entah berapa lama akan
kausinggah di ranting ini?

Sebuah Karya
Yusuf Fansuri
SERAT JANJI
basah disember lewat
dingin dadaku sebak
bagai mengerti
nestapa ini
memang tak pernah
rasa sejujurnya untuk
menduakan piala cinta
aku pertahan cuba
segala sangsi mengapi
dan curiga kian membara
sukar aku lepaskan
pergimu tanpa kata
sunyi tanpa penjelasan
dan tak mungkin
takdir menyebelahi
tatkala serat janji
terputus jua akhirnya
sebuah karya
Yusuf Fansuri
SEGALANYA SEBUAH HASRAT
saat kulafazkan tiap kata
sedaya ingin tak berdusta
kerana kutahu curigamu
seperti pisau tajamnya
tak pernah mendua rasa
usah diukur dasar setia
cinta ini sukar dimengerti
segalanya hasrat peribadi
namun jangan mudah menggilap alpa
sebelum cinta bisa terpadam apinya!